Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Maret 2013

Pesona Samosir

Pelabuhan Ajibata
Pulau Samosir yang merupakan bagian wilayah Kabupaten Samosir merupakan pesona keindahan alam Sumatera Utara. Sepanjang pulau yang terletak ditengah-tengah Danau Toba ini terdapat berbagai objek wisata yang sangat beragam. Mulai dari objek wisata sejarah,wisata keindahan alam,wisata religi dan wisata budaya. Tiap-tiap kecamatan yang ada di Pulau Samosir memiliki keindahan dan ciri tersendiri. Dan sebagian besar jalan-jalan disepanjang Pulau Samosir ini boleh dikatakan baik kecuali di sebagian tempat yang saat ini sedang dalam pengerjaan.
Beberapa objek wisata yang dapat dikunjungi dipulau ini ( dengan rute perjalanan dari pelabuhan Tomok menuju kearah Ibukota Kab.Samosir yakni Pangururan ), diantaranya ;
  1. Tempat belanja Souvenir di Tomok (lebih kurang 200 m dari pelabuhan Tomok)
  2. Objek sejarah dari Raja Sidabutar dan Makamnya yang terbuat dari Batu yang dipahat (tanpa sambungan) juga di Tomok.
  3. Tempat melihat si gale-gale (patung kayu) yang bisa menari (manortor) dan pengunjung juga dapat diajak serta menari (manortor).
  4. Kursi batu tempat raja bersidang dan mengadili setiap pelanggar aturan di Sialagan (5 km dari Tomok
  5. Huta bolon (kampung besar) di Simanindo ( 10 km dari Ambarita) disana terdapat komplek bangunan rumah adat batak dan museum yang menyimpan barang-barang pusaka Batak,terdapat juga si gale-gale dan pertunjukan upacara adat batak sekaligus manortor.
  6. Dari Huta Bolon kita bisa menyempatkan diri kekampung sentra pertenunan ulos (perlengkapan pakaian adat Batak,jaraknya lebih kurang 3 km dari Huta Bolon
  7. Kemudian ada Pantai Pasir putih (lebih kurang 5 km dari Huta Bolon, tempat berjemur dan mandi ditepian Danau Toba,tempat yang bersih,tenang,pantainya landai,sangat cocok untuk menikmati dinginnya air danau toba.
  8. Selanjutnya dari Pantai Pasir Putih kita bisa melanjutkan perjalanan wisata kita ke Pangururan (Ibukota Kab.Samosir). Disini terdapat beberapa objek wisata diantaranya : Aek Rangat (pemandian air panas yang masih alami dan bermanfaat bagi kesehatatan tubuh dan kulit),Open Stage (tempat pagelaran seni budaya Batak,terletak ditengah kota Pangururan
  9. Jika ingin melanjutkan lagi kearah Timur kita bisa menuju Tele,tempat yang tinggi dimana disana terdapat menara tempat memandang panorama Danau Toba secara keseluruhan dari ketinggian (Menara Pandang Panorama Tele).
  10. Kembali dari Tele menuju Pangururan kita bisa melanjutkan perjalanan menuju Palipi, disana kita bisa menyaksikan keindahan danau Toba dengan view yang sangat indah,belum terjamah,memiliki sumber air panas alami.
  11. Perjalanan bisa diteruskan menuju Kecamatan Nainggolan, disini kita bisa menemukan objek wisata sejarah yakni Batu Guru, sebuah batu besar yang memiliki tiga pondasi (oleh masyarakat disana dikaitkan dengan Falsafah Dalihan Na Tolu), sebuah batu besar yang seolah-olah mengapung ditengah air Danau Toba, objek wisata tentang Pohon Beringin yang sangat besar di desa Sukkean serta pantai pasir putih tempat pemandian.
  12. Perjalanan masih bisa dilanjutkan ke Kec.Onan Runggu, disana ada Pantai Lagundi dengan pondok remajanya,pantai yang panjang dan berpasir putih.
  13. Pantai Pasir Putih, Desa Parbaba,Simanindo
    Batu Guru Ke.Nainggolan
  14. Dan masih banyak lagi objek-objek wisata lainnya yang tak kalah menarik seperti Danau diatas Pulau Samosir di Kecamatan Ronggur ni Huta,dan berbagai kampung-kampung tua masyarakat Batak yang masih terlihat keasliannya.
Bahwa anda tak usah khawatir mengenai tempat penginapan. Disini terdapat banyak tempat penginapan dalam berbagai kelas dan jenis mulai dari penginapan biasa (motel), Hotel,Guesthouse,Villa,Cottage yang umumnya memasang tarif yang terjangkau (wajar). Rata-rata tarif menginap antara Rp.75.000 hingga Rp.350.000/malam.
Aek Rangat, Pangururan
Untuk mencapai Pulau Samosir tidak sulit, dari Medan sekitar 4 jam perjalanan menuju kota turis Parapat dan dari Parapat anda bisa menyeberang ke Pulau Samosir dengan membawa kendaraan peribadi (baik Mobil maupun Motor) dengan tarif Rp.Rp 95.000 dan Rp.25.000. Ada satu hal yang perlu diperhatikan bahwa di Pulau Samosir anda perlu cermat untuk memilih tempat dan makanan karena bagi anda yang Muslim tentu akan mencari tempat dan makanan yang halal. Agak jarang terdapat disini (walaupun ada beberapa warung Muslim) ,dan wajar karena penduduk Pulau Samosir mayoritas Non Muslim. Tetapi tak perlu terlalu khawatir asal cermat mengamatinya.
Pohon Beringin Besar, Desa Sukkean,Nainggolan
Penginapan yang umumnya dipilih oleh wisatawan terpusat di Ring Road Tuk-Tuk Siadong lebih kurang 5 km dari Tomok.
Anda harus mencoba perjalanan mengelilingi Pulau Samosir bersama keluarga anda, fenomena alam disini tak bisa dibandingkan dengan tempat lainnya termasuk Bali, sebab Pulau Samosir memiliki fenomena alam yang indah tersendiri. Sepanjang jalan di Pulau Samosir aman bagi Anda yang hobbi bersepeda dan anda tak perlu membawa sepeda sendiri sebab disini banyak tersedia tempat penyewaan sepeda dan motor
Menara Pandang Tele
Samosir memang tempat wisata yang indah,belum terkontaminasi oleh perubahan gaya hidup. Masyarakatnya sangat sadar wisata terlihat dari lengkapnya rambu-rambu dan petunjuk jalan menuju ke objek wisata mana saja. Anda tidak akan kecewa jika berkunjung ke Pula Samosir na Uli ( Samosir yang Indah).

Minggu, 04 September 2011

TANJUNG BALAI KOTA KERANG

Sejarah Kerajaan Asahan dimulai dengan penobatan raja pertama kerajaan tersebut yang berlangsung meriah di sekitar Kampung Tanjung. Peristiwa penabalan raja pertama Kerajaan Asahan tersebut terjadi tepatnya pada tanggal 27 Desember 1620, dan tanggal 27 Desember kemudian ditetapkan sebagai “Hari Jadi Kota Tanjungbalai” dengan surat keputusan DPRD Kota Tanjungbalai Nomor : 4/DPRD/TB/1986 tanggal 25 Nopember 1986. Mengenai asal-usul nama kota “Tanjungbalai” menurut cerita rakyat yang ada di Tanjungbalai bermula dari sebuah kampung yang ada di sekitar ujung tanjung di muara Sungai Silau dan aliran Sungai Asahan. Lama kelamaan balai yang dibangun semakin ramai disinggahi karena tempatnya yang strategis sebagai bandar kecil tempat melintas ataupun orang-orang yang ingin berpergian ke hulu Sungai Silau. Tempat itu kemudian dinamai “Kampung Tanjung” dan orang lazim menyebutnya balai “Di Tanjung” Ditemukannya Kampung Tanjung kemudian menjadikan daerah itu menjadi semakin ramai dan berkembang menjadi sebuah negeri. Penabalan Sultan Abdul Jalil sebagai raja pertama Kerajaan Asahan di Kampung Tanjung kemudian memulai sejarah pemerintahan Kerajaan Asahan pada tahun 1620. Dalam catatan sejarah, Kerajaan Asahan pernah diperintah oleh delapan orang raja yang sejak raja pertama Sultan Abdu Jalil pada tahun 1620 sampai dengan Sultan Syaibun Abdul Jalil Rahmadsyah tahun 1933, yang kemudian mangkat pada tanggal 17 April 1980 di Medan dan dimakamkan di kompleks Mesjid Raya Tanjungbalai. Untuk transportasi ke Tanjung Balai Asahan Anda dapat memilih untuk menggunakan kereta api jadwal keberangkatan Anda dapat mengeceknya melalui websitenya www.pt indonesia.com kereta atau email: kontak_pelanggan@kereta-api.co.id atau melalui layanan pusat panggilan / oleh 121 atau 13.897 telepon (SMS) dari Medan ke Tanjung Balai atau sebaliknya, dan juga dapat dibawa melalui bus & Taxi dari terminal Amplas Medan.

Pajak Ikan atau Pasar Ikan
Pajak (pasar) ikan, maka tempat ini menjual ikan & hasil laut lainnya seperti udang, Cumi Cumi, Kerang Dara, kerang, Sotong, dan Pajak Ikan ini letaknya tak jauh dari dari Titi di Silo, dan di dekatnya ada juga pajak (pasar ) Burung / Pajak kawat, dan juga tidak jauh dari tempat ini anda dapat menemukan berbagai jenis ikan asin untuk dijual dan sangat populer di disini dan diekspor ke banyak negara karena kualitas yang baik dan harga yang terlalu mahal contoh seperti Ikan Teri Medan ( Teri Putih), jika Anda pintar menawar hmmm ... maka anda akan mendapatkan harga rendah. Atau jika anda masih punya waktu jangan lewatkan aktivitas ibu-ibu di tengah-tengah Sungai / Pajak Terapung yang menjual berbagai kebutuhan dasar di sore hari dan anda dapat menemukan hal yang serupa diThailand, anda hanya membayar Rp3000 untuk naik sampan (perahu) yang dapat membawa Anda ketengah dan Anda juga dapat menyeberangi sungai menyebarang ke Sungai Berombang anda dapat melihat Nyiur Melambai (pohon kelapa) terlihat Sexy. Tapi pada siang hari menjelang sore sungai akan mendangkal Sungai (surut) Sungai di tengah hamparan pasir yang luas akan terlihat dan biasanya banyak orang yang bermain di sini.
Nah jika malam kamis dan malam minggu anak muda atau muda mudinya pada keluar mereka sengaja berjalan atau mengendarai Honda atau sepeda motor dan akan tumpah ruah bertemu di jalan-jalan protokol (utama) seperti jln.Sisingamangaraja lalu ke Jln. Hos Cokro Aminoto dimana biasanya mereka menuju Lapangan Pasir dan sambil menikmati kuliner ringan seperti: Es Kolak Dingin, Miso, Pisang dan Jagung Bakar Pedas rasa nya ennnak dan pas juga harganya dikantong anda.
Makanan di sini cukup memiliki beragam pilihan untuk mengisi perut yang lapar dan mulai bibir mulai bergetar dan lidahpun seakan tak sabar ingin mencicipi makanan. Padahal baru saja disebutkan seperti,Asam Gulai Padeh, Nasi Goreng (Ibu Ermi), Sayur daun ubi tumbuk, Tumis Kangkung (Cah Kangkung), Gulai Kambing, Ayam & Ikan Bakar, Anyang Pakis, Ayam Balado, Ayam goring, dan masih banyak lagi pilihan menunya Soto, Sop kambing, Saat saya berada di Tanjung balai ada beberapa nama Restoran yang cukup dikenal dan tidak asing seperti: Restoran Bunda masakannya ennnak dan harga terjangkau dan nama pedagangnya Pak Kumis masih bisa dicek kok kalau tak salah mereka tinggalnya di Gg. Meninjo, ada juga Rumah makan Kasih Ibu, Bunda kandung dan Kartini. Pada saat bulan Suci Ramadhan ada makanan lain yang wajib disini yaitu Kolak Pisang dan khas lainnya adalah yang dicari Bubur Pedas. Biasanya makanan ini bisa ditemukan diseputaran jalan Cokroaminoto dan sekitarnya. Masih ingin berburu buah? anda juga dapat mengunjungi Kebun Salak Air Joman area pada 30menit sepeda motor di pusat kota Tanjung Balai. Anda dapat makan secara langsung atau membeli buah tangan, Jangan khawatir jika kulit yang tajam tapi Buah Salak Daging di sini sangat manis. Tapi buah salak ini tidak selalu ada jadi sebelum datang cek dulu apakah sudah musim panen jika sudah maka bergegaslah datang.
Nah kali ini saatnya Berburu Manisan Buah, Bika Ambon Original, Cheese dan Pandan, Lemang Ketan, buah-buahan buah-buahan, makanan ringan dan makanan ringan lainnya. anda dapat menemukannya di sepanjang jalan Sisingamangaraja jika anda ingin mendapatkan cake /kue yang baru? maka anda harus datang pada jam 10 pagi karena kue baru datang dari pembuat cake / kue yang terbaru, masih hangat dan harum kuenya masih tercium.

Wisata Spiritual Bersejarah
Salah satu aset bersejarah dan pastikan anda dapat mengunjungi Masjid Raya yang terletak di Jalan Masjid Kecamatan Tanjung Balai Selatan, didirikan pada tahun 1933 pada masa pemerintahan Syaibun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, yang akhirnya meninggal pada tanggal 17 April 1980 dan dimakamkan di pemakaman Masjid Raya Tanjungbalai. Jika anda berada dipusat kota, maka anda naik becak Rp3000 atau naik Betor (becak bermotor) cukup bayar Rp5000 langsung diantar ketujuan..



Kamis, 01 September 2011

IKAN ASIN MAYUNG ; SANG LEGENDA

Korang Daguk
Di kota-kota besar orang mengenal bahan pangan yang namanya Jambal yakni ikan  yang diasinkan. Umumnya bahan bakunya adalah sejenis ikan Kakap. Ikan asin yang satu ini sangat bergengsi dan harganya relatif mahal. Artinya hanya orang-orang berduit sajalah yang sanggup mengkonsumsinya.

Tetapi sebagai orang Tanjung Balai tentu tidak terlalu kagum dengan ikan asin ini karena kota Tanjung Balai punya andalan lain dalam hal ikan asin namanya Ikan asin Mayung. Bentuk ikannya mirip ikan patin cuma hidupnya di laut. Biasanya ikan asin mayung ini diolah sedemikian rupa ; ada yang memotongnya kecil-kecil mirip dadu lalu digoreng atau disambal goreng, ada yang menggulainya dengan campuran daun ubi tumbuk atau daun labu lemak. Dan biasanya yang sering digulai bersama daun ubi tumbuk atau pucuk daun labu lemak adalah kepalanya. Ukuran ikannya mulai dari berat 1 kg hingga 2,5 kg. 

Kopah
Di Tanjung Balai penjual ikan asin Mayung ini yang terkenal kualitasnya berlokasi dipangkal Jembatan panjang (orang Tanjungbalai menyebutnya Titi panjang atau Titi Silo), yang melintasi Sungai Silau (masih berada di inti kota Tanjung Balai (orang Tanjung Balai menyebutnya Pajak Kawat) kedainya persis disamping pos jaga polantas (Nggak tahu sekarang masih ada atau tidak). Dahulu orang-orang besar dari Medan dan berbagai kota di Sumatra Utara yang berkunjung ke Tanjung Balai tak pernah lupa untuk membeli ikan asin Mayung ini sebagai oleh-oleh.Bahkan sampai terkenalnya ikan ini pernah jadi simbol untuk menyuap para pejabat jika seseorang penyogok memiliki keperluan seperti mau naik pangkat atau mau jabatan (bagi PNS). 

Kamudi Kapal
Biasanya jika kita membeli ikan ini sipenjual akan membungkusnya dengan kertas bekas kantongan semen dan sengaja ekornya dikeluarkan diujung bungkusan, hal ini menjadi gengsi tersendiri jika menentengnya. Kini saya tak tahu pasti apakah Ikan Asin Mayung ini masih ada atau tidak mengingat kian langkanya ikan ini. Jika membelinya harus ekstra teliti sebab ada ikan asin Mayung palsu, bentuknya sama tetapi jenis ikannya adalah ikan Badukang, walaupun rasanya juga enak tetapi kalah enak dengan Ikan Mayung. Anda boleh mencoba jika berkunjung ke Tanjung Balai, anda pasti tidak menyesal apalagi anda adalah penggemar ikan asin kualitas tinggi

Senin, 30 Agustus 2010

IKAN SEMBILANG

Oleh : Toto Pardamean Sinaga.
Ikan yang satu ini termasuk ikan yang unik, seperti ikan Lele yang ada diperairan darat, bedanya cuma dikumisnya yang lebi tebal/kasar. Ikan ini termasuk ikan yang terkenal dikalangan masyarakat Tanjungbalai dan banyak disukai. Ikan ini hidup tidak jauh dari pantai bahkan kebanyakan habitatnya disekitar rumpun hutan bakau. Rasa dagingnya yang gurih dan manis membuat ikan ini selalu saja habis diserbu pembeli di pasar-pasar ikan yang ada menjualnya.
Biasanya ikan sembilang ini dimasak gulai lemak,gulai asam tau di sembam (bakar). Harga ikan ini dijual berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp.35.000./kg.
Populasi ikan ini tergolong sudah mulai langka sejalan dengan semakin berkurangnya populasi hutan bakau di pesisir pantai timur Sumatera Utara ini. Ikan ini tidak mengandung lemah jenuh, minyak ikan ini sangat baik untuk pertumbuhan anak dan orang dewasa. Aromanya juga tidak seamis ikan Lele di darat dan tentu saja jauh lebih organik dengan pakan alami yang ia makan. Kalau kita bertandang kerumah keluarga nelayan di sekitar Tanjung balai biasanya ikan ini termasuk hidangan istimewa, itu dulu...he...he...he, karena sekarang ikan ini sudah langka harganya mahal dan jarang dijual di pasar lokal/tradisional, ia lebih banyak diekspor kenegara tetangga. 

Ahh.....sembilang yang lezat..., khususnya ikan sembilang asal Tanjungbalai sangat berbeda rasa dengan ikan sembilang dari daerah lain, sukar menceritakan dimana letak bedanya kecuali sama-sama dirasakan. Jadi datanglah ke Tanjungbalai mampirlah di rumah-rumah makan yang menyediakan menu guai sembilang....anda pasti terkesan dan merasakan nuansa seafood yang lain dari yang lain. Datangi rumah-rumah makan yang berada dipinggir sungai silau/sungai asahan atau disekitar tangkahan-tangkahan tempat mangkalnya para nelayan...anda pasti akan menemukannya. Selamat wisata kuliner alami di Tanjungbalai dengan menu gulai ikan sembilang.

Jumat, 06 Agustus 2010

KORANG Masakan Sea Food Khas Tanjungbale

Korang (kerang) ada beberapa macam, ado korang bulu,ado korang daguk,ado bare,ado kamudi kapal (kata orang kota Kerang Hijau).ado kopah (kepah),ado panggang pulut (tiram).
Kerang bulu ada dua jenis ;
1. bulat montok,padat dan besar-besar (bahasa Tanjungbalainya kasar-kasar),berbulu kulitnya dan berwarna hitam
2. agak pipih dari yang pertama,sedang-sedang ukurannya,bulunya agak jarang berwarna hitam.
3. lonjong memanjang, sedang-sedang ukurannya bahkan banyak yang
    kecil-kecil (orang Tanjungbalai menyebutnya korang nibung)

Kerang daguk :
Bentuknya sungguh berbeda dengan kerang bulu, kerang ini nyaris tak berbulu (kulitnya),tekstur kulitnya lebih kasar dan keras, tebal dan bergerigi.Ukurannya sebesar kelereng atau lebih sedikit,warnanya abu-abu kehijau-hijauan, dagingnya lebih halus dan lembut dibanding daging kerang bulu (yang lebih kenyal)
Bare, bentuknya pipih dan kecil-kecil,berbulu pada pinggiran kulitnya dan pinggiran dagingnya,memiliki ekor yang kulit ekornya seperti plastik (didalamnya ada daging ekor).Berwarna putih tulen.

Kamudi kapal (Kerang hijau), bentuknya pipih memanjang (bak bentuk kemudi sampan jaman dulu),berwarna hijau kehitam-hitaman,ukurannya jauh lebih besar dari kerang lainnya.Dagingnya lunak berwarna kuning,hitam dan kemerah-merahan.

Kopah, berbentuk opal,pipih,ukurannya lebih kurang sama dengan kerang daguk,kulitnya tebal dan keras,mulus tak berbulu dan berkilauan,berwarna putih dan campuran abu-abu putih.Dagingnya lembut dan agak berlendir sebelum dimasak

Panggang pulut (sejenis Tiram), bentuknya seperti logo produsen oli (Shell), isinya lebih kurang hampir sama dengan Kopah.

Bagaimana orang Tanjungbalai mengkonsumsinya ?
-direbus dan dimakan dengan sambal,bisa sambal                                 cabai/bawang/asam jeruk,bisa dengan sambal khas yakni adonan cabai,bawang merah,
   bawang putih,,kacang goreng tumbuk,pasta nenas matang,saos
   tomat,garam,kecap.Biasanya kerang lebih disukai jika direbus
   setengah matang.
- Disambal goreng (goreng sambal),biasanya untuk ini lebih dipilih
   kerang bulu,kerang hijau,kepah.
- Digulai santan (istilah orang Tanjungbalai digule lomak), biasanya
   dipilih kerang bulu,kepah,kerang hijau
- Dianyang, kepah mentah yang telah dibumbui dibalur dengan
   kelapa parut gongseng,garam,irisan bawang merah dan perasan
   asam jeruk.
- Dibuat sate kerang dengan bumbu khas yang terdiri dari
   kelapa parut halus yang digongseng,batang serai giling,garam,
   cabai,bawang dsb.Tampilannya biasanya ditusuk dalam bentuk
   dagingnya yang utuh.
- Tentang Panggang pulut, biasanya dibakar besama kulitnya
   dimakan dengan sambal,tetapi umumnya jarang dimakan oleh
   masyarakat Tanjungbalai.

Bagaimana cara orang Tanjungbalai merebus kerang bulu dan kerang daguk ?
Bukan kerangnya langsung direbus,air rebusannya yang dimasak,setelah mendidih (istilah orang Tanjungbalai Manggalogak) kerangnya ditaruh dalam keranjang bambu kecil dan dicelupkan atau direndam diair panas yang tetap dibiarkan diatas api.Setelah masak atau setengah masak lalu diangkat dan disajikan.Itu untuk masakan Kerang Rebus Khas Tanjungbalai. Kalau untuk rumahan atau konsumsi sehari-hari ada yang langsung direbus.

Kini Warung-warung Kerang Rebus khas Tanjungbalai itu sudah bertebaran dikota-kota lainnya, seperti Medan dll.
Oii mak jang...sodapnyo, mangicap lidah awak !